Showing posts with label Perspektif. Show all posts
Showing posts with label Perspektif. Show all posts

Tuesday, June 6, 2017

Para Pembodoh Umat

Ali Syari'ati pernah mengeluarkan jargon yang terkenal yaitu “zar o zoor o tazvir” yang artinya kekayaan, paksaan dan tipu daya. Maksudnya bahwa terdapat tiga pihak perusak utama di dunia ini yaitu kaum kapitalis yang serakah dan menghalalkan segala cara demi keserakahannya, penguasa yang sewenang-wenang dan otoriter dan yang terakhir adalah kelompok intelektual yang dalam hal ini termasuk ulama yang menjual pengetahuannya kepada dua pihak sebelumnya demi kepentingan nafsu pribadi dan hasrat duniawi dan senantiasa melakukan pembodohan kepada umat.

Tuesday, May 2, 2017

Anti Hizbut Tahrir = Wahabi? (Ajakan Bersikap Adil)

Aksi 212 merupakan bukti bahwa Umat Islam di Indonesia bisa dipersatukan apapun Harokah nya, perbedaan kecil dalam mengaplikasikan kemuliaan Islam tidak lagi dipandang untuk terus di debatkan secara kontinyu cukup berakhir di kajian masing-masing. Apapun itu rahmat ALLAH lah faktor utama yang menyatukan hati kaum Muslimin Indonesia dalam membela kemuliaan Alqur'an yang dinistakan.
Alfaqir dan beberapa kawan lain yang memang orang Harokah pasti sangat hafal rumus silaturahmi antar Ormas atau Harokah adalah menjaga perasaan masing-masing. Sebab masing-masing pandangan mempunyai motivasi yang sama = kemuliaan Islam, tidak mungkin tidak. Maka dari itu kami menganggap Ormas dan Harokah hanyalah sebuah medium atau alat atau kendaraan dari tujuan sebenarnya yakni menegakan hukum ALLAH sebab tidak ada hukum lain yang lebih adil selain hukum yang dibuat oleh Nya.

Saturday, April 15, 2017

Stereotype Pada Marga Alawiyyin (Kaum Habib)

Stereotype atau citra negatif merupakan sebuah pelabelan (labeling) yang biasanya diberikan oleh seseorang atau masyarakat kepada orang lain atau suatu kelompok tertentu tanpa disadari atau tidak. Biasanya tidak diketahui sebab dan dari mana pandangan tersebut berasal serta dapat dibuktikan secara nyata atau tidak.

Dalam suatu kelompok di masyarakat kita terbiasa mendengar stereotype mengenai suatu kelompok masyarakat,ras atau suku tertentu yang pasti bersifat subjektif dari cara pandang orang yang mengatakan nya.

Di Indonesia kita terbiasa mendengar pendapat orang Betawi terhadap para pendatang orang Jawa misal nya,atau orang Betawi terhadap orang Padang maupun Arab. Hal ini dikarenakan kemajemukan kultur sehingga melahirkan pandangan yang bersifat subjektif tentunya. Dalam kultur Alawiyyin pun tidak jarang kita mendengar stigma terhadap suatu marga/fam tertentu yang tidak jarang banyak yang tersugesti oleh nya.